Mengutip catatan teman di FB, Menurut Dosennya, hidup itu seperti bermain bola, harus ada gawang buat menggoalkan bola. Perumpamaan itu menunjukkan kepada kita, bahwa kita harus mempunyai tujuan dalam hidup. Bayangin aja kalo kita main bola tidak ada gawangnya, udah lari sana lari sini trus udah rebutan bola tapi gak tau menuju kemana, cape kan. Begitu juga dalam hidup, kalo kita hanya menjalani hidup yang mengalir seperti air tanpa ada tujuan yang ingin dicapai, maka hidup kita akan terkatung-katung tanpa arah dan tujuan.
Jadinya, mule sekarang harus punya tujuan hidup paling tidak tujuan jangka pendek yang ingin dicapai.
Tujuan jk. Pendek : dapat kerjaan
Tujuan akhir hidup : ke surga
Tuesday, April 7, 2009
Monday, April 6, 2009
Hari ini melamar kerja
Malam minggu kemarin dpt sms dari ka minah, mau jadi teller lah? Well, karena aku pengangguran tdk ada salahnya tuk mencoba.
Bikin surat lamaran ma daftar riwayat hidup yg biasa-biasa aja (karena emang tdk tahu mesti ngetik apa lagi). Pas nyari2 sertifikat komputer kok tdk ada, kuingat-ingat ternyata masih di wadah rizkha, pas final aplikom aku minta copyin buat dikasih ke dosen. I was forget 2 get it back. Jadinya kemarin sore aku ke rumahnya ngambil sertifikat sekalian pinjam baju hem.
Trus hari ini aku janjian ma tyas nemenin aku ngasih lamaran ke suzuki finance indonesia, di batas kota. Jadi mentah nh, coz perusahaan pembiayaan sh... G mau...
Bikin surat lamaran ma daftar riwayat hidup yg biasa-biasa aja (karena emang tdk tahu mesti ngetik apa lagi). Pas nyari2 sertifikat komputer kok tdk ada, kuingat-ingat ternyata masih di wadah rizkha, pas final aplikom aku minta copyin buat dikasih ke dosen. I was forget 2 get it back. Jadinya kemarin sore aku ke rumahnya ngambil sertifikat sekalian pinjam baju hem.
Trus hari ini aku janjian ma tyas nemenin aku ngasih lamaran ke suzuki finance indonesia, di batas kota. Jadi mentah nh, coz perusahaan pembiayaan sh... G mau...
Saturday, April 4, 2009
G-20 Setuju Atasi Krisis Global dengan Dana USD 1 Triliun Untuk Perpendek Krisis Global
LONDON - Forum paling berpengaruh di dunia, Group of 20 (G-20), mengakhiri konferensi tingkat tinggi tadi malam. Setelah diawali dengan kerusuhan besar di pusat kota London dan perbedaan pendapat tajam antara kubu Eropa (yang dimotori Prancis-Jerman) dan kubu Amerika (AS-Inggris), G-20 akhirnya menghasilkan kesepakatan untuk mengatasi resesi dunia yang semakin dalam.
Kesepakatan yang diumumkan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown di gedung Excel Centre di wilayah Docklands, London. itu merupakan kompromi di antara dua kubu yang bertentangan sebelumnya. PM Bron menyatakan, pemimpin 20 negara, termasuk Indonesia, yang mewakili 85 persen kekuatan ekonomi dunia setuju mengatasi krisis keuangan global dengan dana aksi bernilai total USD 1 triliun (sekitar Rp 11.675.000.000.000.000).
Dari kesepakatan itu, Dana Moneter Internasional (IMF) akan mendapat dana terbesar dengan nilai sebesar USD 750 miliar. G20 juga sepakat untuk menyediakan dana sekitar USD 250 miliar untuk mendorong perdagangan global.
Kesepakatan yang didesakkan kelompok prostimulus yang digalang PM Brown dan Presiden AS Barack Obama itu diimbangi penerapan regulasi finansial lebih keras yang diusulkan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel. PM Brown mengatakan, penggelontoran dana raksasa itu juga diikuti dengan kesepakatan tegas bagi negara yang diam-diam menyediakan fasilitas keringanan pajak akan mendapat sanksi, dan juga tercapai peraturan untuk sektor finansial global yang lebih keras.
''KTT telah menyepakati kebijaksanaan umum untuk mengambil tindakan keras kepada tax havens (negara atau wilayah yang selama ini menjadi tempat menyimpan dana yang aman bagi para pengemplang pajak), mengatur ketat hedge fund (pengelola dana), dan membangun kembali sistem finansial yang tepercaya,'' ujarnya.
Brown tidak merinci kebijakan fiskal yang akan diterapkan untuk mengatasi krisis bersama. ''Kebijakan teknis akan diumumkan segera oleh negara-negara utama (anggota G-20) dan bakal menjadi yang terbesar dalam sejarah,'' ujarnya.
Langkah-langkah lain yang juga disepakati adalah gaji dan bonus banker akan dikendalikan dengan ketat, Dewan Stabilitas Finansial akan didirikan dengan IMF. Selain itu ada peraturan lebih luas untuk hedge funds dan badan pemberi tingkat kredit. Tindakan tegas juga dilakukan untuk membersihkan aset beracun di perbankan.
PM Brown menambahkan, tidak ada jalan pintas untuk memperbaiki perekonomian dunia tetapi sudah ada tekad untuk mengambil segala langkah yang diperlukan. Dia menambahkan bahwa Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) akan menerbitkan negara-negara yang menyediakan fasilitas keringanan pajak dan akan diambil tindakan bagi negara itu yang menolak memenuhi peraturan internasional. "Kami menyepakati standar dan sanksi yang keras terhadap mereka yang di masa depan tidak mau mematuhi," ujarnya. Presiden Perancis Nicolas Sarkozy mengatakan keputusan pertemuan puncak G20 "melebihi harapan sebelumnya".
Kesepakatan G-20 yang merupakan hasil kompromi itu tidak dicapai dengan mudah. Hingga beberapa jam sebelum komunike diambil, Prancis melalui Presiden Nicolas Sarkozy masih memperingatkan bahwa perwakilan mereka dan Jerman tidak akan menyepakati ''kompromi yang keliru''. Kedua negara itu bertekad bakal mencoret kesepakatan yang melunakkan keinginan mereka akan regulasi keuangan yang lebih keras guna mengekang penyalahgunaan yang menjadi penyebab kekacauan ekonomi saat ini.
Dalam sebuah sesi pertemuan yang terancam deadlock, Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan, krisis keuangan global harus dihindari dengan cara apa pun. ''Kita harus memastikan bahwa tidak ada satu negara, produk pasar finansial, atau institusi yang tidak dimonitor dan tidak transparan. Dan, sangat penting konferensi ini menggarisbawahi tidak menoleransi proteksionisme di dunia,'' ujarnya menyindir keras program ''Buy American'' Obama.
Meskipun menjadi sasaran kecaman, Obama setelah pertemuan pertama menolak keras bahwa dirinya yang menjadi penyebab penentangan keras dari kubu Eropa. Dia mengatakan, perbedaan pendapat di antara presiden dan PM negara-negara ekonomi maju dan sedang berkembang sebenarnya terlampau dibesar-besarkan. ''Saya yakin, pertemuan ini akan merefleksikan konsensus yang sangat luar biasa tentang perlunya bekerja secara padu untuk mengatasi problem yang sedang dihadapi,'' ungkapnya.
Namun, tidak semua pemimpin negara punya optimisme seperti Obama. Ancaman Prancis dan Jerman untuk keluar dari kesepakatan KTT itu memaksa para pemimpin negara, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, melakukan serangkaian pertemuan bilateral secara tertutup untuk mempersempit kesenjangan berbagai isu kunci. Mereka berkumpul dalam bersantap malam resmi sampai Rabu (1/4) tengah malam waktu setempat sebelum pertemuan bisnis Kamis keesokan harinya.
Hasilnya melegakan. Washington mulai mengurangi tekanan terhadap pemerintah negara-negara lain agar menyalurkan dana lebih besar bagi program-program stimulus ekonomi. Di kubu yang lain, Nicolas Sarkozy, yang awalnya mengancam akan meninggalkan pertemuan jika tuntutan kunci memperketat regulasi tidak dipenuhi, akhirnya mengajukan pendirian yang lebih damai dengan bergabung dalam konferensi pers di London bersama Kanselir Jerman Angela Merkel. Sarkozy menyatakan memiliki ''keyakinan terhadap Obama''.
Negara-negara kelompok G-20 adalah Argentina, Australia, Brazil, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. G-20 dibentuk 1999 sebagai forum dialog negara-negara maju dan negara-negara berkembang dalam rangka mengatasi dampak krisis keuangan Asia akhir dekade 1990-an.
Anggota G-20 mewakili 85 persen kekuatan ekonomi dunia, dua per tiga populasi global, serta lebih dari 80 persen kepemilikan saham dari Bank Dunia dan IMF. Indonesia merupakan satu-satunya negara anggota dari Asia Tenggara.
Tercapainya kompromi tidak hanya melegakan pemimpin negara G-20, namun juga menggairahkan perdagangan saham di lantai bursa.
Indeks Dow Jones langsung menembus level psikologis 8.000 saat PM Brown menjelaskan hasil pertemuan. Saat berita ini diturunkan pukul 24.00, indeks Dow Jones naik 287,45 poin atau 3,7 persen menjadi 8.049,5. Tren positif juga ditunjukkan indeks saham-saham perusahaan IT di Nasdaq dan S&P 500 yang masing-masing naik 4,36 persen dan 3,2 persen.
SBY dan Obama
Dalam beberapa agenda KTT G-20, Presiden SBY dan Presiden AS Barack Obama sempat berkomunikasi beberapa kali. Pertemuan pertama terjadi pada saat makan malam di Buckingham Palace. Dan kesokan harinya, SBY kembali bersanding dengan Obama.
Menurut Menko Perekonomian yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam makan malam di Istana Buckingham, SBY dan Obama sempat berkomunikasi secara intensif. "Keduanya berkomunikasi aktif. Good conversation," kata Sri Mulyani yang mendampingi SBY dalam acara itu.
Namun, Sri Mulyani tidak menjelaskan isi pembicaraan antara SBY dengan Obama. SBY akan meninggalkan London kemarin pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 19 WIB untuk kembali ke Indonesia. Diperkirakan SBY akan tiba di Surabaya hari ini sekitar pukul 11.00.
Saat memberikan sambutan, SBY meminta negara-negara maju bertindak maksimal memulihkan perekonomiannya karena mereka masih memiliki kapabilitas untuk melakukan hal tersebut. "Negara ekonomi maju itu tentu dalam pandangan kita masih memiliki kapabilitas untuk melakukan langkah-langkah yang lebih 'all out' untuk melakukan recovery di negerinya sendiri," kata Presiden saat memberikan keterangan pers. (AP/CNN/BBC/kim)
Kesepakatan yang diumumkan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown di gedung Excel Centre di wilayah Docklands, London. itu merupakan kompromi di antara dua kubu yang bertentangan sebelumnya. PM Bron menyatakan, pemimpin 20 negara, termasuk Indonesia, yang mewakili 85 persen kekuatan ekonomi dunia setuju mengatasi krisis keuangan global dengan dana aksi bernilai total USD 1 triliun (sekitar Rp 11.675.000.000.000.000).
Dari kesepakatan itu, Dana Moneter Internasional (IMF) akan mendapat dana terbesar dengan nilai sebesar USD 750 miliar. G20 juga sepakat untuk menyediakan dana sekitar USD 250 miliar untuk mendorong perdagangan global.
Kesepakatan yang didesakkan kelompok prostimulus yang digalang PM Brown dan Presiden AS Barack Obama itu diimbangi penerapan regulasi finansial lebih keras yang diusulkan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel. PM Brown mengatakan, penggelontoran dana raksasa itu juga diikuti dengan kesepakatan tegas bagi negara yang diam-diam menyediakan fasilitas keringanan pajak akan mendapat sanksi, dan juga tercapai peraturan untuk sektor finansial global yang lebih keras.
''KTT telah menyepakati kebijaksanaan umum untuk mengambil tindakan keras kepada tax havens (negara atau wilayah yang selama ini menjadi tempat menyimpan dana yang aman bagi para pengemplang pajak), mengatur ketat hedge fund (pengelola dana), dan membangun kembali sistem finansial yang tepercaya,'' ujarnya.
Brown tidak merinci kebijakan fiskal yang akan diterapkan untuk mengatasi krisis bersama. ''Kebijakan teknis akan diumumkan segera oleh negara-negara utama (anggota G-20) dan bakal menjadi yang terbesar dalam sejarah,'' ujarnya.
Langkah-langkah lain yang juga disepakati adalah gaji dan bonus banker akan dikendalikan dengan ketat, Dewan Stabilitas Finansial akan didirikan dengan IMF. Selain itu ada peraturan lebih luas untuk hedge funds dan badan pemberi tingkat kredit. Tindakan tegas juga dilakukan untuk membersihkan aset beracun di perbankan.
PM Brown menambahkan, tidak ada jalan pintas untuk memperbaiki perekonomian dunia tetapi sudah ada tekad untuk mengambil segala langkah yang diperlukan. Dia menambahkan bahwa Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) akan menerbitkan negara-negara yang menyediakan fasilitas keringanan pajak dan akan diambil tindakan bagi negara itu yang menolak memenuhi peraturan internasional. "Kami menyepakati standar dan sanksi yang keras terhadap mereka yang di masa depan tidak mau mematuhi," ujarnya. Presiden Perancis Nicolas Sarkozy mengatakan keputusan pertemuan puncak G20 "melebihi harapan sebelumnya".
Kesepakatan G-20 yang merupakan hasil kompromi itu tidak dicapai dengan mudah. Hingga beberapa jam sebelum komunike diambil, Prancis melalui Presiden Nicolas Sarkozy masih memperingatkan bahwa perwakilan mereka dan Jerman tidak akan menyepakati ''kompromi yang keliru''. Kedua negara itu bertekad bakal mencoret kesepakatan yang melunakkan keinginan mereka akan regulasi keuangan yang lebih keras guna mengekang penyalahgunaan yang menjadi penyebab kekacauan ekonomi saat ini.
Dalam sebuah sesi pertemuan yang terancam deadlock, Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan, krisis keuangan global harus dihindari dengan cara apa pun. ''Kita harus memastikan bahwa tidak ada satu negara, produk pasar finansial, atau institusi yang tidak dimonitor dan tidak transparan. Dan, sangat penting konferensi ini menggarisbawahi tidak menoleransi proteksionisme di dunia,'' ujarnya menyindir keras program ''Buy American'' Obama.
Meskipun menjadi sasaran kecaman, Obama setelah pertemuan pertama menolak keras bahwa dirinya yang menjadi penyebab penentangan keras dari kubu Eropa. Dia mengatakan, perbedaan pendapat di antara presiden dan PM negara-negara ekonomi maju dan sedang berkembang sebenarnya terlampau dibesar-besarkan. ''Saya yakin, pertemuan ini akan merefleksikan konsensus yang sangat luar biasa tentang perlunya bekerja secara padu untuk mengatasi problem yang sedang dihadapi,'' ungkapnya.
Namun, tidak semua pemimpin negara punya optimisme seperti Obama. Ancaman Prancis dan Jerman untuk keluar dari kesepakatan KTT itu memaksa para pemimpin negara, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, melakukan serangkaian pertemuan bilateral secara tertutup untuk mempersempit kesenjangan berbagai isu kunci. Mereka berkumpul dalam bersantap malam resmi sampai Rabu (1/4) tengah malam waktu setempat sebelum pertemuan bisnis Kamis keesokan harinya.
Hasilnya melegakan. Washington mulai mengurangi tekanan terhadap pemerintah negara-negara lain agar menyalurkan dana lebih besar bagi program-program stimulus ekonomi. Di kubu yang lain, Nicolas Sarkozy, yang awalnya mengancam akan meninggalkan pertemuan jika tuntutan kunci memperketat regulasi tidak dipenuhi, akhirnya mengajukan pendirian yang lebih damai dengan bergabung dalam konferensi pers di London bersama Kanselir Jerman Angela Merkel. Sarkozy menyatakan memiliki ''keyakinan terhadap Obama''.
Negara-negara kelompok G-20 adalah Argentina, Australia, Brazil, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. G-20 dibentuk 1999 sebagai forum dialog negara-negara maju dan negara-negara berkembang dalam rangka mengatasi dampak krisis keuangan Asia akhir dekade 1990-an.
Anggota G-20 mewakili 85 persen kekuatan ekonomi dunia, dua per tiga populasi global, serta lebih dari 80 persen kepemilikan saham dari Bank Dunia dan IMF. Indonesia merupakan satu-satunya negara anggota dari Asia Tenggara.
Tercapainya kompromi tidak hanya melegakan pemimpin negara G-20, namun juga menggairahkan perdagangan saham di lantai bursa.
Indeks Dow Jones langsung menembus level psikologis 8.000 saat PM Brown menjelaskan hasil pertemuan. Saat berita ini diturunkan pukul 24.00, indeks Dow Jones naik 287,45 poin atau 3,7 persen menjadi 8.049,5. Tren positif juga ditunjukkan indeks saham-saham perusahaan IT di Nasdaq dan S&P 500 yang masing-masing naik 4,36 persen dan 3,2 persen.
SBY dan Obama
Dalam beberapa agenda KTT G-20, Presiden SBY dan Presiden AS Barack Obama sempat berkomunikasi beberapa kali. Pertemuan pertama terjadi pada saat makan malam di Buckingham Palace. Dan kesokan harinya, SBY kembali bersanding dengan Obama.
Menurut Menko Perekonomian yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam makan malam di Istana Buckingham, SBY dan Obama sempat berkomunikasi secara intensif. "Keduanya berkomunikasi aktif. Good conversation," kata Sri Mulyani yang mendampingi SBY dalam acara itu.
Namun, Sri Mulyani tidak menjelaskan isi pembicaraan antara SBY dengan Obama. SBY akan meninggalkan London kemarin pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 19 WIB untuk kembali ke Indonesia. Diperkirakan SBY akan tiba di Surabaya hari ini sekitar pukul 11.00.
Saat memberikan sambutan, SBY meminta negara-negara maju bertindak maksimal memulihkan perekonomiannya karena mereka masih memiliki kapabilitas untuk melakukan hal tersebut. "Negara ekonomi maju itu tentu dalam pandangan kita masih memiliki kapabilitas untuk melakukan langkah-langkah yang lebih 'all out' untuk melakukan recovery di negerinya sendiri," kata Presiden saat memberikan keterangan pers. (AP/CNN/BBC/kim)
4 Negara masuk daftar hitam
Empat Negara Masuk Daftar Hitam sebagai Tempat Berlindung Pengemplang Pajak
LONDON - Organisasi Kerja Sama dan Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memasukkan empat negara ke daftar hitam sebagai tempat berlindung para pengemplang pajak (tax havens). Empat negara itu dianggap tidak mau bekerja sama memberantas kejahatan pajak internasional dan menolak mengadopsi aturan baru mengenai keterbukaan perbankan dan finansial.
OECD menerbitkan daftar negara penyedia fasilitas keringanan pajak sesuai kesepakatan konferensi G-20 di London yang berakhir Kamis lalu (2/4). Secara keseluruhan, organisasi yang berpusat di Paris itu menggolongkan dalam tiga klasifikasi.
Yaitu, negara yang mengikuti aturan dan berbagi informasi pajak (daftar putih). Kemudian, negara yang menyatakan akan mengikuti aturan, namun belum melakukan apa pun (daftar abu-abu). Terakhir, negara yang belum menyetujui perubahan aturan perbankan (daftar hitam).
Empat negara yang masuk daftar hitam adalah Malaysia (negara bagian Labuan), Filipina, Kosta Rika, dan Uruguay. Sedangkan yang masuk daftar abu-abu ada 38 negara. ''Transparansi menjadi problem utama dalam perekonomian dunia saat ini,'' kata Sekretaris Menteri Keuangan Inggris Stephen Timms di London kemarin.
G-20 mengancam memberikan sanksi tegas kepada negara yang menolak bekerja sama soal pajak. Negara itu bisa dikeluarkan dari keanggotaan Bank Dunia maupun Dana Moneter Internasional (IMF). ''Era kerahasiaan perbankan sudah berakhir. Semua ingin mengadili surga pengemplang pajak,'' imbuh Presiden Prancis Nicolas Sarkozy.
Berdasar data Transparansi Internasional Prancis, terdapat 50 tax havens di seluruh dunia. Di beberapa negara dan teritori yang tergolong tax havens terdapat kantor lebih dari 400 bank internasional. Di sana ada dua per tiga hedge funds (pengelola dana), dua juta perusahaan top dunia dengan aset lebih dari USD 10 triliun.
Swiss yang dikenal memiliki tradisi rahasia perbankan yang sangat ketat berjanji akan melonggarkan aturan mereka. Begitu pula, sejumlah negara yang masuk daftar abu-abu. Selain Swiss, yang masuk daftar abu-abu adalah Singapura, Brunei Darussalam, Bermuda, dan Cayman.
Filipina yang masuk daftar hitam menolak negerinya disebut tidak mau bekerja sama menerapkan aturan perpajakan internasional. Cerge Remonde, juru bicara Presiden Filipina Gloria Arroyo, menyebutkan bahwa aturan perpajakan di negaranya hanya tidak ada yang memenuhi kriteria OECD. ''Kami komit memenuhi standar internasional agar terbebas dari daftar hitam,'' imbuh Cerge Remonde.
PM Malaysia Najib Razak juga menolak negerinya dimasukkan daftar hitam. Najib yang baru saja menjadi orang nomor satu di negeri jiran itu menyatakan, secara praktik Malaysia sudah komit memenuhi standar perpajakan OECD.
Posisi Netral
Indonesia dinilai semakin punya peran signifikan dalam peta perekonomian dunia. Seperti dalam pertemuan kelompok negara maju dan berkembang G-20, suara Indonesia selalu didengar sebagai wakil dari negara berkembang. ''Beberapa keputusan yang diambil dalam pertemuan G-20 di London adalah kontribusi Indonesia,'' terang Mensesneg Hatta Radjasa saat berdiskusi dengan redaksi Jawa Pos di Graha Pena, Surabaya, kemarin.
Menurut Menko Kesra Aburizal Bakrie, sikap Indonesia dalam forum G-20 adalah netral. Tidak pro kepada paham liberalisme, neoliberalisme, atau sosialisme. Itu juga tecermin dalam APBN yang masih ada subsidi. ''Buktinya negara ini selalu menyediakan anggaran belanja untuk keperluan subsidi masyarakat miskin. Selain itu, Indonesia menganut pasar terbuka,'' katanya.
Menurut dia, jika menganut liberalisme, suatu negara tidak akan mengalokasikan sebagian anggaran untuk subsidi. Semua diserahkan kepada mekanisme pasar. ''Subsidi tahun lalu mencapai ratusan triliun rupiah. Itulah salah satu bentuk intervensi pemerintah sehingga tidak terjadi permasalahan di sektor-sektor tertentu,'' terangnya dalam diskusi yang juga dihadiri Menkominfo M. Nuh itu.
Hatta menambahkan, intervensi pemerintah terhadap pasar juga penting. Sebab, pasar yang dibiarkan sangat bebas seperti yang dianut di sistem liberal suatu saat akan menimbulkan masalah, misalnya kesenjangan.
Ke depan, pemerintah Indonesia menginginkan adanya perubahan terhadap arsitektur perekonomian global saat ini. Tujuannya, negara-negara yang tidak terlalu terlibat dalam transaksi-transaksi berisiko terhindar dari dampak kerugian jika hal tersebut menjadi masalah.
BI Rate Terendah sejak 2005
Sementara itu, tren penurunan suku bunga BI rate masih terus berlanjut. Namun, kali ini penurunan suku bunga acuan itu tidak seagresif tiga bulan terakhir. Dalam rapat dewan gubernur (RDG) BI kemarin, bank sentral memangkas BI rate 0,25 persen (25 bps) menjadi 7,5 persen.
Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono mengatakan, penurunan diputuskan hanya 25 bps karena dalam beberapa bulan terakhir sudah banyak dikoreksi.
''Kita perlu memonitor dari waktu ke waktu. Sebelum ini, sudah banyak turun meski room masih ada,'' ujar Hartadi setelah RDG di Kantor BI Jakarta kemarin (3/4). Dia berharap penurunan itu masih bisa menstimulasi penurunan suku bunga kredit perbankan.(AP/AFP/Reuters/luq/sof/oki)
LONDON - Organisasi Kerja Sama dan Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memasukkan empat negara ke daftar hitam sebagai tempat berlindung para pengemplang pajak (tax havens). Empat negara itu dianggap tidak mau bekerja sama memberantas kejahatan pajak internasional dan menolak mengadopsi aturan baru mengenai keterbukaan perbankan dan finansial.
OECD menerbitkan daftar negara penyedia fasilitas keringanan pajak sesuai kesepakatan konferensi G-20 di London yang berakhir Kamis lalu (2/4). Secara keseluruhan, organisasi yang berpusat di Paris itu menggolongkan dalam tiga klasifikasi.
Yaitu, negara yang mengikuti aturan dan berbagi informasi pajak (daftar putih). Kemudian, negara yang menyatakan akan mengikuti aturan, namun belum melakukan apa pun (daftar abu-abu). Terakhir, negara yang belum menyetujui perubahan aturan perbankan (daftar hitam).
Empat negara yang masuk daftar hitam adalah Malaysia (negara bagian Labuan), Filipina, Kosta Rika, dan Uruguay. Sedangkan yang masuk daftar abu-abu ada 38 negara. ''Transparansi menjadi problem utama dalam perekonomian dunia saat ini,'' kata Sekretaris Menteri Keuangan Inggris Stephen Timms di London kemarin.
G-20 mengancam memberikan sanksi tegas kepada negara yang menolak bekerja sama soal pajak. Negara itu bisa dikeluarkan dari keanggotaan Bank Dunia maupun Dana Moneter Internasional (IMF). ''Era kerahasiaan perbankan sudah berakhir. Semua ingin mengadili surga pengemplang pajak,'' imbuh Presiden Prancis Nicolas Sarkozy.
Berdasar data Transparansi Internasional Prancis, terdapat 50 tax havens di seluruh dunia. Di beberapa negara dan teritori yang tergolong tax havens terdapat kantor lebih dari 400 bank internasional. Di sana ada dua per tiga hedge funds (pengelola dana), dua juta perusahaan top dunia dengan aset lebih dari USD 10 triliun.
Swiss yang dikenal memiliki tradisi rahasia perbankan yang sangat ketat berjanji akan melonggarkan aturan mereka. Begitu pula, sejumlah negara yang masuk daftar abu-abu. Selain Swiss, yang masuk daftar abu-abu adalah Singapura, Brunei Darussalam, Bermuda, dan Cayman.
Filipina yang masuk daftar hitam menolak negerinya disebut tidak mau bekerja sama menerapkan aturan perpajakan internasional. Cerge Remonde, juru bicara Presiden Filipina Gloria Arroyo, menyebutkan bahwa aturan perpajakan di negaranya hanya tidak ada yang memenuhi kriteria OECD. ''Kami komit memenuhi standar internasional agar terbebas dari daftar hitam,'' imbuh Cerge Remonde.
PM Malaysia Najib Razak juga menolak negerinya dimasukkan daftar hitam. Najib yang baru saja menjadi orang nomor satu di negeri jiran itu menyatakan, secara praktik Malaysia sudah komit memenuhi standar perpajakan OECD.
Posisi Netral
Indonesia dinilai semakin punya peran signifikan dalam peta perekonomian dunia. Seperti dalam pertemuan kelompok negara maju dan berkembang G-20, suara Indonesia selalu didengar sebagai wakil dari negara berkembang. ''Beberapa keputusan yang diambil dalam pertemuan G-20 di London adalah kontribusi Indonesia,'' terang Mensesneg Hatta Radjasa saat berdiskusi dengan redaksi Jawa Pos di Graha Pena, Surabaya, kemarin.
Menurut Menko Kesra Aburizal Bakrie, sikap Indonesia dalam forum G-20 adalah netral. Tidak pro kepada paham liberalisme, neoliberalisme, atau sosialisme. Itu juga tecermin dalam APBN yang masih ada subsidi. ''Buktinya negara ini selalu menyediakan anggaran belanja untuk keperluan subsidi masyarakat miskin. Selain itu, Indonesia menganut pasar terbuka,'' katanya.
Menurut dia, jika menganut liberalisme, suatu negara tidak akan mengalokasikan sebagian anggaran untuk subsidi. Semua diserahkan kepada mekanisme pasar. ''Subsidi tahun lalu mencapai ratusan triliun rupiah. Itulah salah satu bentuk intervensi pemerintah sehingga tidak terjadi permasalahan di sektor-sektor tertentu,'' terangnya dalam diskusi yang juga dihadiri Menkominfo M. Nuh itu.
Hatta menambahkan, intervensi pemerintah terhadap pasar juga penting. Sebab, pasar yang dibiarkan sangat bebas seperti yang dianut di sistem liberal suatu saat akan menimbulkan masalah, misalnya kesenjangan.
Ke depan, pemerintah Indonesia menginginkan adanya perubahan terhadap arsitektur perekonomian global saat ini. Tujuannya, negara-negara yang tidak terlalu terlibat dalam transaksi-transaksi berisiko terhindar dari dampak kerugian jika hal tersebut menjadi masalah.
BI Rate Terendah sejak 2005
Sementara itu, tren penurunan suku bunga BI rate masih terus berlanjut. Namun, kali ini penurunan suku bunga acuan itu tidak seagresif tiga bulan terakhir. Dalam rapat dewan gubernur (RDG) BI kemarin, bank sentral memangkas BI rate 0,25 persen (25 bps) menjadi 7,5 persen.
Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono mengatakan, penurunan diputuskan hanya 25 bps karena dalam beberapa bulan terakhir sudah banyak dikoreksi.
''Kita perlu memonitor dari waktu ke waktu. Sebelum ini, sudah banyak turun meski room masih ada,'' ujar Hartadi setelah RDG di Kantor BI Jakarta kemarin (3/4). Dia berharap penurunan itu masih bisa menstimulasi penurunan suku bunga kredit perbankan.(AP/AFP/Reuters/luq/sof/oki)
Tak Lebih Dari 20 Pemain
JAKARTA - Skuad Indonesia di Piala Sudirman 2009 sedikit terkuak. PB PBSI hanya mematok maksimal 20 pebulu tangkis untuk menghadapi even bulu tangkis beregu yang dilaksanakan 10-17 mendatang di Tiongkok tersebut.
Sayang, induk olahraga tepok bulu tanah air tersebut belum menyebutkan nama-nama yang bakal jadi duta bangsa pada persaingan antarnegara dua tahunan itu. Bahkan, rencana pelatih untuk memanggil kembali para pebulu tangkis mantan pelatnas juga dimentahkan.
Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso yang memberikan keterangan resmi masalah tersebut. "Bagaimana mereka (pebulu tangkis mantan pelatnas) bisa menolak, karena belum sekalipun kami meminta mereka bergabung," terang Djoko di Pelatnas Cipayung kemarin (3/4).
Paling lambat Selasa (7/4), pihaknya baru bisa mengumumkan skuad tim Piala Sudirman Indonesia. PBSI juga tak mau terburu-buru mengumumkannya karena pendaftaran ke BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) paling lambat Jumat (10/4) mendatang.
Djoko juga tak terlalu memusingkan persoalan kerja sama tim. Menurutnya, para pebulu tangkis sudah berlatih sejak lama di Cipayung, bukan hanya menjelang Piala Sudirman digulirkan.
Target juara seperti halnya edisi perana Piala Sudirman 1989 lalu di Jakarta kembali digulirkan. Kenangan Piala Thomas 2002 lalu, saat Indonesia bisa menjadi juara di Guangzhou, Tiongkok, juga menjadi landasan pemasangan target tersebut.
Sementara itu, para pebulu tangkis mantan pelatnas yang diharapkan kembali memperkuat tim nasional belum mau memberikan komentar. "Ah, saya belum bisa menjawab karena PBSI belum meminta saya untuk memperkuat timnas lagi. Yang penting, saya fokus menghadapi Kejuaraan Asia dulu," terang Vita Marissa, salah satu pemain usulan Richard Mainaky, pelatih pelatnas, untuk memperkuat ganda campuran.
Senada dengan Vita, Flandy Limpele juga ogah berkomentar panjang. Dia memang masih berlatih rutin untuk menghadapi Kejuaraan Asia yang dilaksanakan 7-12 April di Suwon, Korsel, mendatang.
"Tadi (kemarin, red), saya ke PBSI untuk mengurus paspor, nyatanyatidak ada omongan apapun dari PBSI. Tidak masalah untuk saya, karena saya mau ke Suwon dulu," terang Flandy.
Hanya Alvent Yulianto yang bersedia bergabung kembali. Namun, dia juga mengaku belum ada pembicaraan dari pengurus menyangkut keterlibatannya dengan tim nasional.
Meski sekembalinya dari India Gold Grand Prix dia sudah mulai berlatih bersama anak asuh Sigit Pamungkas di ganda pria. Kenyataan itu membuat para pelatih harus gigit jari.
Keinginan mereka untuk segera memoles kekuatan beregu terganjal. Maklum, para pelatih mematok waktu ideal satu bulan untuk mematangkan tim.
Beruntung, kondisi Markis Kido dan Maria Kristin yang cedera serta Adriyanti Firdasari yang masih menjalani pemulihan dari sakit tifus mulai membaik. (vem/diq)
Sumber : Jawa Pos
Sayang, induk olahraga tepok bulu tanah air tersebut belum menyebutkan nama-nama yang bakal jadi duta bangsa pada persaingan antarnegara dua tahunan itu. Bahkan, rencana pelatih untuk memanggil kembali para pebulu tangkis mantan pelatnas juga dimentahkan.
Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso yang memberikan keterangan resmi masalah tersebut. "Bagaimana mereka (pebulu tangkis mantan pelatnas) bisa menolak, karena belum sekalipun kami meminta mereka bergabung," terang Djoko di Pelatnas Cipayung kemarin (3/4).
Paling lambat Selasa (7/4), pihaknya baru bisa mengumumkan skuad tim Piala Sudirman Indonesia. PBSI juga tak mau terburu-buru mengumumkannya karena pendaftaran ke BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) paling lambat Jumat (10/4) mendatang.
Djoko juga tak terlalu memusingkan persoalan kerja sama tim. Menurutnya, para pebulu tangkis sudah berlatih sejak lama di Cipayung, bukan hanya menjelang Piala Sudirman digulirkan.
Target juara seperti halnya edisi perana Piala Sudirman 1989 lalu di Jakarta kembali digulirkan. Kenangan Piala Thomas 2002 lalu, saat Indonesia bisa menjadi juara di Guangzhou, Tiongkok, juga menjadi landasan pemasangan target tersebut.
Sementara itu, para pebulu tangkis mantan pelatnas yang diharapkan kembali memperkuat tim nasional belum mau memberikan komentar. "Ah, saya belum bisa menjawab karena PBSI belum meminta saya untuk memperkuat timnas lagi. Yang penting, saya fokus menghadapi Kejuaraan Asia dulu," terang Vita Marissa, salah satu pemain usulan Richard Mainaky, pelatih pelatnas, untuk memperkuat ganda campuran.
Senada dengan Vita, Flandy Limpele juga ogah berkomentar panjang. Dia memang masih berlatih rutin untuk menghadapi Kejuaraan Asia yang dilaksanakan 7-12 April di Suwon, Korsel, mendatang.
"Tadi (kemarin, red), saya ke PBSI untuk mengurus paspor, nyatanyatidak ada omongan apapun dari PBSI. Tidak masalah untuk saya, karena saya mau ke Suwon dulu," terang Flandy.
Hanya Alvent Yulianto yang bersedia bergabung kembali. Namun, dia juga mengaku belum ada pembicaraan dari pengurus menyangkut keterlibatannya dengan tim nasional.
Meski sekembalinya dari India Gold Grand Prix dia sudah mulai berlatih bersama anak asuh Sigit Pamungkas di ganda pria. Kenyataan itu membuat para pelatih harus gigit jari.
Keinginan mereka untuk segera memoles kekuatan beregu terganjal. Maklum, para pelatih mematok waktu ideal satu bulan untuk mematangkan tim.
Beruntung, kondisi Markis Kido dan Maria Kristin yang cedera serta Adriyanti Firdasari yang masih menjalani pemulihan dari sakit tifus mulai membaik. (vem/diq)
Sumber : Jawa Pos
Subscribe to:
Posts (Atom)